Halo, Sobat CLSD! Pada November 2024 sampai dengan Juli 2025, Senior School Husnul Khotimah BIAS (Bina Anak Sholeh) mengundang tim Center for Life-Span Development (CLSD) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menjadi mitra dan narasumber dalam kelas psikologi khusus lansia. Kegiatan ini menyajikan edukasi untuk menghadapi tantangan usia lanjut, dilaksanakan di Sekolah BIAS cabang Wirosaban dan Kaliurang, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mau tau cara apa saja yang diungkapkan dalam Senior School? Yuk simak artikel berikut ini!
Artikel
Hai, Sobat CLSD! Pada Agustus 2025 hingga Desember 2025, Center for Life-Span Development (CLSD) sukses melaksanakan rangkaian acara The Reading Buddies: On the Go. Kegiatan ini adalah bentuk kerja sama dengan Ruang Literasi Kaliurang yang dilaksanakan selama empat kali dengan frekuensi satu bulan sekali. Melalui kegiatan ini, sebanyak 37 anak-anak dari kelompok usia 3 – 4 tahun didampingi oleh orang tua untuk berpartisipasi dalam kegiatan membaca nyaring interaktif. Selain itu, kegiatan ini juga diwarnai dengan permainan edukatif sesuai dengan tema buku yang dibawakan, mulai dari cara menjaga kebersihan sampai pengenalan bahan makanan. Kegiatan ini merupakan upaya CLSD untuk menanamkan kesadaran pentingnya literasi pada anak usia dini. Ingin telisik lebih lanjut bagaimana keseruan rangkaian kegiatannya? Yuk, simak liputan di bawah ini!
International Dental Summer Course (IDSC) 2025 merupakan program yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi UGM bekerja sama dengan Fakultas Teknik dan Fakultas Psikologi UGM sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab tantangan layanan kesehatan gigi masa kini. Mengusung tema besar “Transforming Oral Health Care: Implementing Digital Dentistry for Special Needs Communities”, IDSC 2025 mengangkat topik pembahasan mengenai berbagai aspek kedokteran gigi digital, khususnya penerapannya bagi individu dengan disabilitas fisik, perkembangan, dan intelektual. Program ini juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap aspek psikologis dalam pelayanan pasien serta pemanfaatan teknologi mutakhir untuk meningkatkan kualitas dan hasil klinis.
Center for Life-Span Development (CLSD) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Hari Anak 2025 dengan tagline, “Bertumbuh, Belajar, dan Sehat Mental bagi Anak di Era Digital”. Pada hari Sabtu, 22 November 2025, Festival Hari Anak 2025 diselenggarakan di Fakultas Psikologi UGM sebagai puncak perayaan Hari Anak tahun ini.Puncak perayaan dikemas dengan berbagai aktivitas, meliputi Edutalk, Poster Presentation, The Reading Buddies, dan Talkshow. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat umum, mahasiswa, guru, orang tua, praktisi, dan psikolog.

Oleh: Ni Nyoman Putri Pradnyandari, S.Psi., M.A., Debrinna Tryanan Asmaradhani, S.Psi., M.A., Zararah Yusri Nasution, S.Psi., M.A., Aliya Zahra Budiman, S.Psi., M.A.

Universitas Gadjah Mada bersama University of Ghana, Ghana dan Universidad Técnica de Manabí, Ekuador, melaksanakan riset yang bertajuk “STRONG-YOUTH: Socio-Technical Responses to Online Neglect and Global Youth Economic Exploitation”, yakni sebuah proyek kolaboratif lintas negara yang berfokus pada perlindungan pemuda dari eksploitasi ekonomi daring di kawasan Global South. Riset ini dilaksanakan sebagai respons atas percepatan digitalisasi di negara-negara Global South yang tidak selalu diiringi dengan sistem perlindungan memadai bagi pemuda. Perkembangan platform digital membuka peluang ekonomi, namun juga menghadirkan risiko berupa penipuan dan perjudian online, praktik predatory lending (pemberian pinjaman secara tidak adil, menipu, atau bersifat memaksa), serta kurangnya pengawasan terhadap aktivitas digital pemuda. Dampak eksploitasi tersebut tidak hanya memengaruhi kondisi ekonomi, tetapi juga kesejahteraan psikologis dan sosial individu.

Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada kembali menerima kabar baik dari ranah hibah perguruan tinggi nasional. Tim yang diketuai oleh Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog, salah satu dosen Fakultas Psikologi, berhasil terpilih sebagai penerima EQUITY WCU 2025/2026. Hibah ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk memperkuat kapasitas serta kualitas riset, inovasi, dan daya saing perguruan tinggi nasional dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia.

Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada senantiasa mencatat prestasi melalui perolehan hibah internasional. Salah satu capaian terbaru adalah keberhasilan meraih hibah dari UNICEF dengan jumlah pendanaan sebesar 49,965 USD. Tim penelitian ini terdiri dari beberapa akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yaitu Elga Andriana, S.Psi., M.Ed., Ph.D. selaku dosen Fakultas Psikologi UGM, Aisha Sekar Lazuardini Rachmanie, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku dosen Fakultas Psikologi UGM sekaligus Koordinator Center for Life-Span Development (CLSD), serta Denia Farahdian, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Research Associate di CLSD. Penelitian tersebut mengusung judul “Facilitating harmonisation and trialling of disability screening tools and associated teacher training tools”.

Registration poster for the International Course on Public Mental Health 2025
In collaboration of the Center for Public Mental Health (CPMH) and the Center for Life-Span Development (CLSD) of the Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada, an International Course on Public Mental Health is organised this year. This means that this is the third time CLSD has organised an international course, with the first being held in 2021. In these international courses, excellent lecturers worldwide are invited to bring a lecture, with this year inviting professionals from Universiti Malaya, UNICEF Indonesia, University of Queensland, University of Melbourne, Marmara Üniversitesi, and many more. Taking place online from Monday to Friday, October 27th–31st 2025, the International Course for Public Mental Health 2025 holds the theme, “Bridging Generations: Thriving Youth, Supportive Families, Collaborative Schools”.

Oleh: Rahmita Laily Muhtadini | Penyunting: Fakhirah Inayaturrobbani S.Psi, M.A
Perkawinan anak merupakan salah satu isu serius negara Indonesia yang perlu mendapat perhatian lebih. Sebab, Indonesia menempati peringkat ke-4 dunia dengan jumlah perkawinan anak terbesar mencapai 25,53 juta jiwa (UNICEF, 2023). Berdasarkan data Kemen PPPA (2021) jumlah perempuan indonesia yang menikah sebelum berusia 18 tahun mencapai 10,35%. Artinya, 1 dari 10 perempuan di Indonesia pernah melakukan perkawinan anak. Tingginya angka perkawinan anak ini, menjadi isu yang perlu untuk disorot dan diselesaikan.