Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Faculty of Psychology
Center for Life-Span Development (CLSD)
  • Home
  • About Us
    • Managing Team
    • Researchers
    • Interns
    • Associates
  • Articles
  • Courses
  • Activities
    • CLSD Reader’s Club
    • Summer Course
    • Photovoice
    • SAELA
    • Community Service
  • Research & Publication
  • Beranda
  • Artikel Liputan Kegiatan
Arsip:

Artikel Liputan Kegiatan

Rahasia Bahagia Lansia: Senior School Ungkap Caranya!

ArtikelArtikelArtikel Liputan Kegiatan Friday, 27 February 2026

Halo, Sobat CLSD! Pada November 2024 sampai dengan Juli 2025, Senior School Husnul Khotimah BIAS (Bina Anak Sholeh) mengundang tim Center for Life-Span Development (CLSD) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menjadi mitra dan narasumber dalam kelas psikologi khusus lansia. Kegiatan ini menyajikan edukasi untuk menghadapi tantangan usia lanjut, dilaksanakan di Sekolah BIAS cabang Wirosaban dan Kaliurang, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mau tau cara apa saja yang diungkapkan dalam Senior School? Yuk simak artikel berikut ini!

Kegiatan Senior School ini dilaksanakan sebagai upaya CLSD untuk menuntun lansia yang menghadapi perubahan fisik, emosional, dan sosial yang tidak terhindarkan. Perubahan ini dapat membuat ketidaknyamanan kepada lansia, namun CLSD hadir untuk memfasilitasi mereka dengan strategi menghadapinya. Dalam kerja sama ini, program psikoedukasi lansia ini mendukung terjaganya kesehatan kognitif dan spiritual lansia melalui pembelajaran interaktif dengan senam otak, aktivitas photovoice, worksheet menyenangkan, pembacaan Al-Quran, dan diskusi tentang kesehatan.

Pertemuan ke-1 dengan Bapak Drs. Haryanto, M.Si., Psikolog

Rangkaian kelas ini terdiri dari berbagai materi yang disampaikan oleh narasumber ahli yang merupakan dosen purna dan dosen aktif dari Fakultas Psikologi UGM. Dengan ini, Senior School diharapkan untuk memberikan wadah kepada semua untuk berbagi cerita tentang pengalaman mereka dan saling memahami. Dengan bantuan ahli dari Bapak Drs. Haryanto, M.Si., Psikolog, Ibu Dr. Aisah Indati, M.S., Psikolog, Bapak Drs. Fauzan Heru Santhoso, M.Si., Ph.D., Psikolog, Ibu Prof. Dr. Sofia Retnowati, M.S., Psikolog, dan Ibu Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog sebagai narasumber, program ini pun berjalan dengan lancar.

Senior School dibuka dengan materi pertama, yaitu “Memahami Diri di Masa Lansia” yang mengupas perubahan kognitif, fisik, sosial, dan emosional, beserta strategi mencapai successful aging. Dengan pemaparan ini, peserta belajar mengenali hal-hal tersebut agar siap menghadapinya dan menjadikannya peluang untuk berkembang. Senior School juga memberikan materi “Kesehatan Mental Lansia” pada sesi selanjutnya. Materi ini membahas permasalahan kesehatan mental yang sering terjadi di masa lansia, termasuk definisi, kriteria, penyebabnya, dan juga cara mengatasinya.

Pada materi “Mengenal dan Mengelola Emosi di Masa Lansia”, peserta diajak untuk mengidentifikasi emosi dasar, memahami emosi mereka, dan cara respons yang sehat dengan worksheet interaktif. Selain itu, Senior School juga mencakup materi “Komunikasi Positif” yang membahas pondasi komunikasi, tantangannya dalam sehari-hari, serta tips praktis pertahankan hubungan harmonis. Dalam materi ini, peserta mengerjakan worksheet yang melatih cara berkomunikasi secara positif juga lho, Sobat!Peserta juga diajarkan untuk mencegah penurunan kemampuan kognitif pada materi “Menjaga Ingatan dan Kecerdasan” dengan aktivitas stimulasi otak. Peserta dapat belajar bahwa otak manusia memiliki kemampuan untuk beradaptasi, berubah, dan berkembang. Walaupun otak kita ada kemungkinan untuk mengalami penurunan, kita tetap bisa membuatnya berkembang, lho! Sobat CLSD juga bisa nih, mempraktikkannya di rumah dengan melakukan latihan sederhana seperti senam otak, teka-teki, membaca, atau menyelesaikan masalah dengan berdiskusi.

Suasana bahagia peserta Senior School

Senior School ditutup dengan materi “Kebermaknaan Hidup”, di mana peserta diajak untuk refleksi perjalanan hidup, mencari sumber makna, dan konsep generativitas, yaitu memberi warisan positif bagi generasi muda. Setiap sesi Senior School dilengkapi ice breaking, diskusi, dan aktivitas seru seperti photovoice yang mengajak peserta untuk menerapkan ilmunya. Ujar peserta pada refleksi akhir sesi, “Kelas ini tuh bermanfaat, belajar hal-hal yang sebelumnya tidak dipelajari secara formal”.

Terima kasih kami ucapkan kepada Senior School Husnul Khotimah BIAS, para narasumber, peserta, dan tim CLSD yang berhasil menyukseskan kegiatan ini. Dengan ini, Senior School diharapkan untuk memberikan dukungan psikologis kepada lansia yang dapat meningkatkan emosi positif dan wellbeing mereka. Semoga para peserta dapat merasakan manfaat dari Senior School ini, dan semoga kita semua juga mendapatkan ilmu yang berharga dari semua ini. Sampai jumpa di kegiatan CLSD berikutnya, Sobat!

Penulis: Naafia Halia
Reviewer: I Marannu Andi Khalisha, S.Psi

Semarak The Reading Buddies: On the Go, Tanam Minat Literasi sejak Usia Dini

ArtikelArtikelArtikel Liputan Kegiatan Tuesday, 24 February 2026

Hai, Sobat CLSD! Pada Agustus 2025 hingga Desember 2025, Center for Life-Span Development (CLSD) sukses melaksanakan rangkaian acara The Reading Buddies: On the Go. Kegiatan ini adalah bentuk kerja sama dengan Ruang Literasi Kaliurang yang dilaksanakan selama empat kali dengan frekuensi satu bulan sekali. Melalui kegiatan ini, sebanyak 37 anak-anak dari kelompok usia 3 – 4 tahun didampingi oleh orang tua untuk berpartisipasi dalam kegiatan membaca nyaring interaktif. Selain itu, kegiatan ini juga diwarnai dengan permainan edukatif sesuai dengan tema buku yang dibawakan, mulai dari cara menjaga kebersihan sampai pengenalan bahan makanan. Kegiatan ini merupakan upaya CLSD untuk menanamkan kesadaran pentingnya literasi pada anak usia dini. Ingin telisik lebih lanjut bagaimana keseruan rangkaian kegiatannya? Yuk, simak liputan di bawah ini!

The Reading Buddies: On the Go pertama diadakan pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Guna menunjang keberlangsungan acara, CLSD menghadirkan beberapa fasilitator yang terdiri atas Irrine Puspa Pertiwi, Rifda Amira Mulika, Regia Zahra Humaira, dan Ulul Ilmi. Para fasilitator kemudian membacakan Awan Lalat, buku cerita yang mengisahkan tentang rumah seorang gadis yang dihinggapi sekumpulan lalat karena kurang menjaga kebersihan diri. Menariknya, setelah sesi baca nyaring dilaksanakan, peserta berkesempatan untuk berpartisipasi dalam empat permainan kreatif yang diadaptasi dari buku cerita tersebut. Adapun permainan ini terdiri dari membersihkan meja makan, membuang sampah pada tempatnya, mencuci piring dan tangan, dan isi piringmu. Melalui kegiatan “isi piringmu”, anak-anak belajar membuat kerajinan tangan berupa bahan makanan secara kreatif. Kegiatan ini diharapkan dapat mengajarkan anak-anak terkait pentingnya menghargai makanan dan mengelola sampah berupa sisa-sisa makanan dengan baik.

Antusiasme The Reading Buddies: On the Go kedua kembali menggema di Ruang Literasi Kaliurang pada Sabtu, 27 September 2025. Acara ini membawakan buku cerita Mimpi Loni dalam kegiatan membaca nyaring yang dipandu oleh Rahmita Laily Muhtadini, Khalishah Aulia Izzati, Khoirunnisa Yasmin Willemina, dan Irrine Puspa Pertiwi. Jalan cerita Mimpi Loni berfokus pada pengalaman seekor bunglon yang berubah menjadi aneka binatang dalam mimpinya sebagai perjalanan menerima diri sendiri. Kegiatan membaca nyaring kemudian disambung dengan pelaksanaan bookish play di mana anak-anak mengikuti kegiatan mencocokkan warna lingkungan dengan warna bunglon. Masih dalam permainan kreasi binatang serupa, anak-anak kemudian berkesempatan untuk mengisi dan menempel benda-benda bertekstur pada pola binatang yang telah disajikan. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat mengenal ragam binatang melalui rangkaian permainan yang penuh makna serta memahami bahwa tiap binatang dikaruniai dengan masing-masing karakteristik yang sesuai dengan habitatnya. 

Berbeda dengan konsep acara sebelumnya, The Reading Buddies: On the Go ketiga membawakan Tiju si Pemburu Keju dalam kegiatan membaca nyaring pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Buku cerita ini mengajak anak-anak untuk menelusuri perjalanan seekor tikus yang berburu keju untuk mengisi rasa laparnya. Antusiasme anak-anak meningkat seiring mengikuti kegiatan selanjutnya, yaitu rangkaian permainan berupa pengenalan bahan makanan yang dipandu oleh Khalishah Aulia Izzati, Khoirunnisa Yasmin Willemina, Nabila Jauza, dan Rafidatul Hikam. Pengenalan bahan makanan dikemas melalui kegiatan mencari keju dan membuat roti dengan playdough. Selayaknya koki sesungguhnya, anak-anak sebelumnya juga diajak untuk membuat topi koki yang akan digunakan selama pembuatan bahan makanan. Pemakaian atribut sebagai koki menjadi salah satu alasan terbentuknya nuansa permainan ini terasa lebih nyata dan menyenangkan. 

Pengenalan bahan makanan melalui buku kembali disemarakkan melalui The Reading Buddies: On the Go yang dilaksanakan pada Sabtu, 6 Desember 2025. Kegiatan dimulai dengan membaca nyaring buku cerita Kue Lapis Harimau tentang seekor harimau yang gemar membuat kue, yaitu hobi yang berbeda dari teman-teman binatang lainnya. Keseruan kegiatan kemudian dilanjut dengan bookish play, seperti belanja dan mengenali bahan kue. Dalam kesempatan kali ini, anak-anak belajar untuk mengenal bahan pembuatan kue, seperti tepung, garam, gula, daun pandan dan lain-lain. Tidak hanya itu, rasa penasaran mereka terkait cara membuat kue terjawab melalui praktik bersama. Keseruan acara ini tentu tidak lepas dari berbagai ide kreatif dan inovatif dari fasilitator, yaitu Rahmita Laily Muhtadini, Osi Livia S, Pandu Adyatma Ramadhani, dan Adelio Helga Martansyah, yang berhasil membuat rangkaian acara mengukir senyum pada wajah anak-anak.

Semangat untuk terus belajar dan dan bertumbuh bersama menjadi nilai utama yang tercermin dalam Rangkaian acara The Reading Buddies: On the Go. Hal ini turut ditunjukkan dengan meningkatnya antusiasme anak di setiap pertemuannya. Acara ini diharapkan dapat mendorong orang tua untuk berpartisipasi secara aktif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa, kreativitas, dan imajinasi anak melalui literasi.

Penasaran dengan keseruan The Reading Buddies lainnya? 
Yuk, pantau terus informasi terbaru melalui laman resmi CLSD!

Penulis: Daveisha Pavita Kirana
Reviewer: I Marannu Andi Khalisha, S.Psi

Peduli Isu Disabilitas, International Dental Summer Course 2025 Soroti Layanan Kesehatan Inklusif

ArtikelArtikelArtikel Liputan KegiatanSummer Course Monday, 23 February 2026

International Dental Summer Course (IDSC) 2025 merupakan program yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi UGM bekerja sama dengan Fakultas Teknik dan Fakultas Psikologi UGM sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab tantangan layanan kesehatan gigi masa kini. Mengusung tema besar “Transforming Oral Health Care: Implementing Digital Dentistry for Special Needs Communities”, IDSC 2025 mengangkat topik pembahasan mengenai berbagai aspek kedokteran gigi digital, khususnya penerapannya bagi individu dengan disabilitas fisik, perkembangan, dan intelektual. Program ini juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap aspek psikologis dalam pelayanan pasien serta pemanfaatan teknologi mutakhir untuk meningkatkan kualitas dan hasil klinis.

IDSC 2025 diikuti oleh mahasiswa sarjana dan pascasarjana internasional dari Fakultas Kedokteran Gigi, Teknik, dan Psikologi di kawasan Asia, seperti Filipina, Rumania, Mesir, Pakistan, dan Qatar. Program ini berlangsung selama dua pekan, yakni pada tanggal 1-4 Juli untuk rangkaian kegiatan pre-event yang dilaksanakan secara daring dan 7-14 Juli untuk rangkaian kegiatan main-event yang dilaksanakan secara luring. Rangkaian kegiatan mencakup sesi panel akademik, kunjungan laboratorium dan fakultas, proyek praktik langsung (hands-on), pengabdian masyarakat, serta kompetisi pitching yang dirancang untuk mendorong peserta memahami peran teknologi digital, pendekatan multidisipliner, serta aspek psikososial dalam mendukung layanan kesehatan gigi yang inklusif, khususnya bagi individu dengan kebutuhan khusus.

Pada Jumat, 4 Juli 2025, Center for Life-Span Development (CLSD), Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada, turut berpartisipasi dalam rangkaian acara IDSC 2025 dengan menghadirkan Prof. David Evans dari The University of Sydney sebagai pemateri pada sesi panel akademik Lecture 9 pada pre-event daring. Dalam sesi tersebut, Prof. David Evans membawakan topik Understanding People with Disabilities and Building Respectful Relationships in Health Care. Selanjutnya, CLSD juga mengisi sesi hands-on yang dilaksanakan pada Senin, 7 Juli 2025. Sesi ini dibawakan oleh Ibu Elga Andriana, S.Psi., M.Ed., Ph.D. dari Fakultas Psikologi UGM, dengan topik Foundations and Ethical Best Practices on Engaging Individuals with Disabilities. Baik sesi Lecture 9 maupun hands-on dimoderatori oleh Wulan Nur Jatmika, S.Psi., M.Sc., dosen Fakultas Psikologi UGM.

Sesi panel akademik bersama Bapak Prof. David Evans dari University of Sydney

Pada sesi panel akademik Lecture 9, Bapak Prof. David Evans mengangkat isu bahwa hambatan yang dialami penyandang disabilitas kerap muncul bukan karena kondisi individu, melainkan akibat lingkungan dan fasilitas yang belum dirancang secara inklusif. Hal ini beliau sampaikan melalui pernyataan, “Disability is in the environment—consider how we design the environment to be barrier free and inclusive.” Dalam konteks layanan kedokteran gigi, perhatian terhadap akses fisik, pola komunikasi, serta pengalaman pasien menjadi penting agar tidak menimbulkan hambatan tambahan bagi penyandang disabilitas. Bapak David juga menyoroti digital dentistry yang berkembang untuk menggantikan metode tradisional dengan teknik yang lebih canggih dan minim tindakan invasif. Melalui pemaparan ini, peserta diajak untuk membangun relasi yang lebih setara, menghargai individu dengan disabilitas, serta memahami bahwa layanan kesehatan yang inklusif berangkat dari empati, kesadaran, dan perubahan cara pandang.

Sesi hands-on bersama Ibu Elga Andriana, S.Psi., M.Ed., Ph.D. dari Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada

Pada sesi hands-on, Ibu Elga Andriana, S.Psi., M.Ed., Ph.D. mengajak peserta memahami dasar-dasar penting dalam berinteraksi dengan individu penyandang disabilitas. Melalui pemaparannya, beliau memperkenalkan berbagai model disabilitas, termasuk Biopsychosocial Model yang memandang disabilitas sebagai hasil interaksi antara kondisi kesehatan, faktor individu, dan lingkungan, sebagaimana Ibu Elga menyampaikan bahwa “Disability is understood as the result of interactions between health conditions, individual factors, and environmental context.” Selain itu, dibahas pula Human Rights Model yang menempatkan disabilitas dalam kerangka hak asasi manusia dengan penekanan pada kesetaraan, martabat, dan partisipasi penuh dalam masyarakat, yang sejalan dengan pernyataan Ibu Elga dalam materi, yakni “Disability is a matter of equality, dignity, and full participation in society as human rights.” Pemaparan ini dilengkapi dengan penjelasan mengenai berbagai jenis disabilitas serta pentingnya menerapkan prinsip-prinsip etika, seperti autonomy, beneficence, justice, dan dignity dalam praktik profesional. 

Kemudian, materi tersebut diterapkan secara langsung melalui sesi hands-on yang terdiri dari tiga aktivitas interaktif. Aktivitas pertama, “Seeing Through Their Eyes”, menggunakan pendekatan photovoice reflection untuk mengajak peserta menganalisis foto dan narasi agar dapat memahami pengalaman hidup penyandang disabilitas, termasuk jenis disabilitas, emosi yang muncul, serta hambatan lingkungan yang sering luput disadari. Aktivitas kedua dilanjutkan dengan sesi ethical role-play “What Would You Do?” yang menghadirkan berbagai skenario nyata dalam layanan kesehatan gigi, seperti komunikasi dengan pasien non-verbal, penanganan pasien dengan autisme, persoalan persetujuan tindakan medis, dan perlindungan privasi pasien dengan disabilitas guna melatih peserta menerapkan prinsip etika dalam situasi sehari-hari. Sesi ini kemudian ditutup dengan aktivitas ketiga, “Inclusive Design Quick Challenge”, yakni peserta diberikan tantangan untuk merancang ulang bagian tertentu dari pengalaman pasien, seperti alur ruang tunggu, formulir persetujuan, atau proses pendaftaran agar lebih inklusif bagi individu, baik dengan disabilitas fisik, intelektual, maupun neurodivergen. Seluruh rangkaian aktivitas diakhiri dengan diskusi dan refleksi bersama sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan praktik nyata.

Melalui rangkaian kegiatan IDSC 2025, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kepekaan, empati, serta kesadaran akan pentingnya layanan kesehatan gigi yang inklusif bagi seluruh individu. Kolaborasi lintas disiplin antara Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Teknik UGM menjadi fondasi dalam mendorong praktik layanan kesehatan gigi yang tidak hanya ramah terhadap keberagaman, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan mengintegrasikan pendekatan psikologis dan pemanfaatan inovasi teknologi, IDSC 2025 diharapkan dapat berkontribusi dalam memperluas wawasan serta pengembangan layanan kesehatan gigi yang modern dan inklusif, baik di tingkat nasional maupun global.

Penulis: Hisha Latifah Daniswara
Reviewer: I Marannu Andi Khalisha, S.Psi

Festival Hari Anak 2025: Bertumbuh, Belajar, dan Sehat Mental bagi Anak di Era Digital

ArtikelArtikelArtikel Liputan Kegiatan Monday, 23 February 2026

Talkshow: Parenting Bijak di Era Digital: Mendampingi Anak Tumbuh Optimal.
Narasumber: Roslina Verauli, M.Psi., Psikolog & Ibu Dr. Riana Mashar

Center for Life-Span Development (CLSD) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Hari Anak 2025 dengan tagline, “Bertumbuh, Belajar, dan Sehat Mental bagi Anak di Era Digital”. Pada hari Sabtu, 22 November 2025, Festival Hari Anak 2025 diselenggarakan di Fakultas Psikologi UGM sebagai puncak perayaan Hari Anak tahun ini. Puncak perayaan dikemas dengan berbagai aktivitas, meliputi Edutalk, Poster Presentation, The Reading Buddies, dan Talkshow. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat umum, mahasiswa, guru, orang tua, praktisi, dan psikolog.

Festival Hari Anak 2025 diawali dengan Edutalk I yang dilaksanakan di Selasar Gedung D dengan 275 peserta. Kegiatan ini diisi oleh narasumber Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog, dosen Fakultas Psikologi UGM, yang dibersamai oleh Rahmita Laily Muhtadini, S.Psi., sebagai moderator. Melalui kegiatan ini, Prof. Tina berkesempatan untuk memperkenalkan modul “Cerdas Menggunakan Gadget dan Internet untuk Anak”. Modul ini mengajak peserta untuk menelusuri lebih dalam terkait strategi efektif dalam mendampingi anak usia 9 hingga 11 tahun dalam menggunakan gadget dan internet secara bertanggung jawab. Selain itu, modul ini juga ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran tentang regulasi diri, etika digital, dan keamanan online.

Acara berikutnya diisi dengan kegiatan The Reading Buddies (TRB) yang merupakan sesi membaca nyaring interaktif bersama anak-anak. Pada kesempatan ini, tim TRB membacakan buku berjudul “Festival Padang Bulan”, yang dibacakan oleh Rifda Amira Mulika, S.Psi dan dipandu oleh empat fasilitator, yaitu Irrine Puspa Pertiwi, S.Psi., Ulul Ilmi, Aliya Zahra Budiman, S.Psi., Adelya Shofa Anisa, S.Psi. Suasana semakin hidup ketika cerita tidak hanya dibacakan, tetapi juga diwujudkan melalui mini drama yang menampilkan tokoh-tokoh dalam buku. Tokoh-tokoh hewan dalam cerita diperankan dengan penuh ekspresi oleh Naila Rusyda Khalisa, Anindya Reva Tabina, S.Psi., Pandu Adyatma Ramadhani, dan Lusiana Dewi sehingga anak-anak dapat lebih terlibat dalam alur cerita.

Di tengah drama, suasana mengasyikkan terbangun melalui dua permainan yang dimainkan bersama anak-anak, yaitu ular naga dan jaga tangkap. Anak-anak diajak bergerak dan berinteraksi langsung dengan aktor sehingga energi positif terus terasa sepanjang kegiatan. Sejak awal hingga akhir sesi membaca nyaring, antusiasme anak-anak begitu terasa, senyum lebar, tawa, dan sorak kecil memenuhi ruangan, menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman membaca yang menyenangkan dan berkesan.

Berkaitan dengan The Reading Buddies, CLSD turut menyelenggarakan Edutalk II dengan judul “The Reading Buddies – Dari CLSD untuk Tumbuh Kembang Anak”. Melalui kegiatan ini, CLSD menghadirkan Ibu Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Psikolog, dosen Fakultas Psikologi UGM yang dibersamai oleh I Marannu Andi Khalisha, S.Psi., sebagai moderator. Berbeda dengan Edutalk I, Edutalk II ditujukan untuk memperkenalkan The Reading Buddies sebagai terobosan yang dicetuskan oleh Ibu Ampuni dalam menumbuhkan minat baca serta kemampuan literasi anak melalui kegiatan membaca yang interaktif dan menyenangkan.

Di atrium gedung A Fakultas Psikologi UGM, kegiatan Poster Presentation dilaksanakan secara paralel bersamaan dengan Edutalk I dan II serta The Reading Buddies. Tema “Anak dan Remaja – Sehat Mental, Tangguh, dan Bahagia” menjadi tema utama yang dibawakan oleh para presenter. Pemaparan diwarnai dengan gagasan kreatif dan inovatif oleh para presenter yang diiringi dengan interaksi bersama audiens. Adapun poster tersebut diisi dengan berbagai judul yang menarik, seperti Art, Friendship, and Children Resilience in Bali, Suara Anak Berkebutuhan Khusus tentang Kemandirian di Sekolah Inklusi: Sebuah Studi Photovoice, dan Counter Narrative Digital: Sebuah Strategi sebagai Upaya Mengikis Normalisasi Klitih dalam Budaya Remaja di Yogyakarta. Selain pemaparan, penilaian poster juga dilakukan oleh para juri, yaitu Denia Farahdian, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Ramadhan Dwi Marvianto, S.Psi., M. A., dan Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi., M.A. Adapun kegiatan ini dipimpin oleh moderator, yaitu Siti Afifa Choirunissah, M.Psi., Psikolog untuk menunjang kelancaran kegiatan.

Kegiatan “Talkshow: Parenting Bijak di Era Digital: Mendampingi Anak Tumbuh Optimal” menjadi kegiatan terakhir yang dilaksanakan dalam Festival Hari Anak 2025. Tercatat bahwa sebanyak 150 peserta mengisi kursi-kursi di gedung D selama berlangsungnya kegiatan. Kegiatan ini dipandu oleh moderator Ibu Zahra Frida Intani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dosen Fakultas Psikologi UGM dengan menghadirkan dua narasumber, yaitu Ibu Roslina Verauli, M.Psi., Psikolog serta Ibu Dr. Riana Mashar, M.Si. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk menelusuri lebih dalam terkait upaya membentuk pola asuh yang optimal bagi anak dalam memanfaatkan teknologi secara positif dan bijak.

Penyelenggaraan Festival Hari Anak 2025 merupakan langkah konkret oleh CLSD dalam mengedukasi dan meningkatkan kapasitas peserta untuk mendukung tumbuh kembang serta kesehatan mental anak di era digital. Melalui kegiatan ini, CLSD juga berkomitmen untuk membangun jejaring kolaboratif antara orang tua, pendidik, mahasiswa, dan pemerhati anak dalam menciptakan lingkungan yang ramah, adaptif, dan mendukung kesejahteraan anak di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Dengan demikian, Festival Hari Anak 2025 harapannya dapat menciptakan sinergi antara orang tua, pendidik, dan masyarakat untuk mendukung tumbuh kembang anak yang optimal dan sehat secara psikologis sekaligus mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif dan produktif.

Penulis: Daveisha Pavita Kirana
Reviewer: Irrine Puspa Pertiwi, S.Psi

Webinar Hari Anak 2025: Sehat Mental di Era Digital

ArtikelArtikelArtikel Liputan Kegiatan Thursday, 19 February 2026

Poster registrasi webinar untuk Festival Hari Anak 2025

Dalam rangka memperingati Hari Anak 2025, Center for Life-Span Development (CLSD) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang dibuka oleh Webinar Hari Anak. Mengangkat tema “Bertumbuh, Belajar, dan Sehat Mental bagi Anak di Era Digital”, webinar tersebut dilaksanakan dalam tiga episode yang diselenggarakan secara daring dan bertahap pada 2, 9, dan 16 November 2025. Kegiatan ini menghadirkan psikolog dan akademisi Fakultas Psikologi UGM sebagai narasumber pada setiap episodenya. Ditujukan pada orang tua, pendidik, serta masyarakat luas, webinar ini mengajak kita semua untuk lebih memperhatikan tumbuh kembang serta kesehatan mental anak di era digital dengan lebih dalam.Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tanggapan atas meningkatnya tantangan pada tumbuh kembang anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Pemakaian gadget sejak usia dini, perubahan pola interaksi sosial, serta risiko terhadap kesehatan mental menjadi masalah yang relevan untuk dibahas bersama. Maka dari itu, CLSD UGM berupaya untuk membuat ruang edukasi yang dapat diakses oleh orang tua, pendidik, dan masyarakat luas terwujud. Dilakukan secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, serta sesi tanya jawab, webinar ini tidak hanya ditunjukkan agar peserta menerima informasi, tetapi juga dapat merefleksikan apa yang mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Episode 1, oleh Ibu Raninta Wulanwidanti, M.Psi., Psikolog, dalam “Pendampingan Tumbuh Kembang Anak di Era Digitalisasi”

Episode pertama dibawakan oleh Ibu Raninta Wulanwidanti, M.Psi., Psikolog dan mengangkat topik “Pendampingan Tumbuh Kembang Anak di Era Digitalisasi”. Potensi baik dari teknologi, dampaknya jika digunakan secara berlebihan, dan juga strategi untuk menavigasi berbagai dinamika yang sedang terjadi dipaparkan pada episode pertama. Dalam episode ini, Ibu Raninta menyampaikan, “Era digitalisasi ini membuka peluang baru, dan ini adalah tantangan baru untuk kita. Kuncinya adalah dalam penggunaan digital yang bijak dan bertanggungjawab”.

Episode 2, oleh Ibu Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog, dalam “Buku di Tengah Gadget: Menumbuhkan Literasi Anak di Era Digital”.

Pada episode kedua, webinar ini menghadirkan Ibu Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog dengan topik “Buku di Tengah Gadget: Menumbuhkan Literasi Anak di Era Digital”. Episode ini memaparkan tantangan dan strategi praktis dalam mengembangkan literasi anak di tengah dominasi perangkat digital, termasuk bagaimana cara menggunakan gadget sebagai alat yang dapat membantu menumbuhkan minat baca anak, bukan menghalanginya. Pada episode ini, strategi yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan minat baca anak tanpa mengabaikan konteks digital yang ada dan penyesuaiannya dengan tahapan perkembangan anak juga dipaparkan. Salah satu strateginya adalah dengan metode read aloud, yaitu dengan membacakan buku dengan nyaring dan ekspresif, seperti mendongeng tertulis kepada anak.

Episode 3, oleh Ibu Zahra Frida Intani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dalam “Mendampingi Anak dan Remaja untuk Sehat Mental di Era Digital”

Episode ketiga ditutup dengan topik “Mendampingi Anak dan Remaja untuk Sehat Mental di Era Digital” yang disampaikan oleh Ibu Zahra Frida Intani, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Materi pada episode ini berfokus pada isu kesehatan mental anak dan remaja, termasuk dampak dari adiksi digital, risikonya, serta peran orang tua dalam pengawasan penggunaan teknologi digital pada anak. Selain itu, peserta juga diajak memahami tanda-tanda awal seseorang mengalami stres dan langkah yang dapat dilakukan secara tepat. Ibu Zahra menambahkan dalam episode yang dibawakannya, “Orang tua dapat memberikan tameng pada anak-anaknya dengan menyosialisasikan apa saja nilai-nilai penting dalam keluarga untuk dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari sedari kecil”.

Melalui penyelenggaraan webinar episode 1, 2, dan 3 ini, CLSD UGM berupaya mendorong masyarakat agar semakin memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai pendampingan anak di era digital. Kegiatan ini sekaligus menekankan upaya Fakultas Psikologi UGM dalam memberikan psikoedukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kedepannya, CLSD UGM berencana untuk terus menghadirkan program serupa sebagai upaya berkelanjutan dalam mendukung tumbuh kembang dan kesehatan mental anak di Indonesia.

Penulis: Naafia Halia
Reviewer: Irrine Puspa Pertiwi, S.Psi

Kolaborasi UGM dengan Ghana dan Ekuador dalam Riset STRONG-YOUTH untuk Mengkaji Perlindungan Pemuda dari Risiko Eksploitasi Ekonomi Daring di Kawasan Global South

ArtikelArtikelArtikel Liputan Kegiatan Wednesday, 31 December 2025

Universitas Gadjah Mada bersama University of Ghana, Ghana dan Universidad Técnica de Manabí, Ekuador, melaksanakan riset yang bertajuk “STRONG-YOUTH: Socio-Technical Responses to Online Neglect and Global Youth Economic Exploitation”, yakni sebuah proyek kolaboratif lintas negara yang berfokus pada perlindungan pemuda dari eksploitasi ekonomi daring di kawasan Global South. Riset ini dilaksanakan sebagai respons atas percepatan digitalisasi di negara-negara Global South yang tidak selalu diiringi dengan sistem perlindungan memadai bagi pemuda. Perkembangan platform digital membuka peluang ekonomi, namun juga menghadirkan risiko berupa penipuan dan perjudian online, praktik predatory lending (pemberian pinjaman secara tidak adil, menipu, atau bersifat memaksa), serta kurangnya pengawasan terhadap aktivitas digital pemuda. Dampak eksploitasi tersebut tidak hanya memengaruhi kondisi ekonomi, tetapi juga kesejahteraan psikologis dan sosial individu. 

Riset ini dilaksanakan oleh tim lintas fakultas di Universitas Gadjah Mada, terdiri dari Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Fakultas Teknik diwakilkan oleh Ir. Yun Prihantina Mulyani, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM, Ir. Fitri Trapsilawati, S.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng, Ir. Hilya Mudrika Arini, S.T., M.Sc., M.Phil., Ph.D., IPM., ASEAN Eng, serta Ir. Ardiyanto, S.T., M.Sc., Ph.D., AEP., IPM. Fakultas Psikologi diwakilkan oleh Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D. dan Aisha Sekar Lazuardini Rachmanie, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Sementara itu, Fakultas MIPA diwakilkan oleh Arif Nurwidyantoro, S.Kom., M.Cs., Ph.D. Selain Indonesia, Ghana dan Ekuador menjadi mitra utama dalam proyek ini, yakni University of Ghana dan Universidad Técnica de Manabí yang masing-masing diwakilkan oleh Mahmood Brobbey Oppong dan Dr. Lucia Rivadeneira sebagai partner principal investigator. Proyek ini didanai melalui hibah dari u’GOOD The National Research Foundation (NRF), Afrika Selatan, dengan pembagian pendanaan sebesar 25 persen untuk Ekuador, 25 persen untuk Ghana, dan 50 persen untuk Indonesia.

Untuk mengisi celah kajian yang selama ini cenderung berfokus pada literasi digital semata, riset ini menghadirkan pendekatan yang bersifat inklusif dan holistik dengan mengintegrasikan subjek, cara berpikir, dan praktik kerja yang bersifat relasional ke dalam kerangka Relational Well-Being (RWB). Kerangka ini dirancang untuk memahami kesejahteraan dengan mempertimbangkan faktor personal, sosial, lingkungan, serta finansial. Riset ini juga menggunakan pendekatan mixed methods, meliputi survei, text mining, serta metode partisipatif yang melibatkan pemuda, pemerintah, dan sektor swasta. Selain itu, Agent-Based Modeling (ABM) dimanfaatkan untuk mensimulasikan cara berpikir, pola interaksi sosial, dan proses pengambilan keputusan oleh pemuda dalam lingkungan tertentu.

Melalui simulasi pada Agent-Based Modeling (ABM), peneliti dapat menguji kerangka Relational Well-Being (RWB) secara empiris sekaligus menilai efektivitas berbagai strategi intervensi dengan menerapkan kerangka Relational Well-Being (RWB) yang dikembangkan ke dalam model Agent-Based Modeling (ABM) untuk menggambarkan situasi nyata yang dihadapi pemuda. Melalui model ini, peneliti dapat melihat pengaruh perubahan pada satu faktor, seperti tekanan ekonomi atau lemahnya pengawasan pada tingkat kerentanan pemuda terhadap eksploitasi daring. Dengan pendekatan tersebut, riset ini tidak hanya menjelaskan kondisi yang ada, tetapi juga memprediksi kemungkinan dampak di masa depan. Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan dan program intervensi yang sesuai serta memberikan kontribusi nyata dalam melindungi generasi muda dari eksploitasi ekonomi daring di era digital.

Penulis: Hisha Latifah Daniswara
Reviewer: I Marannu Andi Khalisha, S.Psi

Dosen Fakultas Psikologi UGM Raih Prestasi Gemilang dalam Hibah EQUITY WCU 2025/2026 untuk Mengembangkan FIMF Scale

ArtikelArtikelArtikel Liputan Kegiatan Wednesday, 31 December 2025

Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada kembali menerima kabar baik dari ranah hibah perguruan tinggi nasional. Tim yang diketuai oleh Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog, salah satu dosen Fakultas Psikologi, berhasil terpilih sebagai penerima EQUITY WCU 2025/2026. Hibah ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk memperkuat kapasitas serta kualitas riset, inovasi, dan daya saing perguruan tinggi nasional dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia.

Penelitian kolaboratif antara Fakultas Psikologi UGM bersama Center for Life-Span Development melibatkan Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog, Aisha Sekar Lazuardini Rachmanie, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Denia Farahdian, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Siti Afifa Choirunissah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Debrinna Tryanan Asmaradhani, S.Psi., M.A., Ni Nyoman Putri Pradnyandari, S.Psi., M.A., Carissa Azarine Delicia, S.Psi, Aliya Zahra Budiman, S.Psi, Alfia Rahma Permatasari, S.Psi, Adelya Shofa Anisa, S.Psi, I Marannu Andi Khalisha, S.Psi, Irrine Puspa Pertiwi, S.Psi, dan Muhammad Fathurrahman Al Rantisi sebagai anggota. Melalui dukungan hibah ini, peneliti berkesempatan untuk mengembangkan dan memvalidasi instrumen pengukuran “Skala Flourishing Indonesian Muslim Families” (FIMF Scale). Pengembangan ini dilakukan karena belum ada instrumen yang secara khusus mengukur flourishing pada keluarga Muslim Indonesia dengan mempertimbangkan konteks budaya dan agama. Dalam prosesnya, penelitian dilakukan di 11 wilayah di Indonesia yang terpilih secara acak oleh peneliti, yaitu Denpasar (Bali), Jambi (Kota Jambi), Jawa Barat (Bandung), Jawa Timur (Surabaya), Kalimantan Timur (Berau), Kalimantan Utara (Tanjung Selor), Maluku Utara (Ternate), Nusa Tenggara Barat (Mataram), Sulawesi Selatan (Enrekang), Sumatera Selatan (Palembang), dan Sumatera Utara (Medan). Adapun pengembangan instrumen ini secara khusus berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya dalam memastikan kesehatan dan kesejahteraan bagi semua orang melalui peningkatan kesejahteraan mental dan psikososial.

Fakultas Psikologi UGM mengucapkan selamat kepada Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog, dan tim atas pencapaian yang telah diraih. Pengalaman dan pengetahuan yang akan diperoleh diharapkan dapat menjadi landasan yang digunakan dalam konteks penelitian maupun intervensi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga Muslim di Indonesia.

Penulis: Daveisha Pavita Kirana
Reviewer: Irrine Puspa Pertiwi, S.Psi

Tim Fakultas Psikologi UGM Raih UNICEF Grant untuk Pengembangan Perangkat Kesehatan dan Pembelajaran Inklusif

ArtikelArtikelArtikel Liputan Kegiatan Wednesday, 31 December 2025

Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada senantiasa mencatat prestasi melalui perolehan hibah internasional. Salah satu capaian terbaru adalah keberhasilan meraih hibah dari UNICEF dengan jumlah pendanaan sebesar 49,965 USD. Tim penelitian ini terdiri dari beberapa akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yaitu Elga Andriana, S.Psi., M.Ed., Ph.D. selaku dosen Fakultas Psikologi UGM, Aisha Sekar Lazuardini Rachmanie, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku dosen Fakultas Psikologi UGM sekaligus Koordinator Center for Life-Span Development (CLSD), serta Denia Farahdian, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Research Associate di CLSD. Penelitian tersebut mengusung judul “Facilitating harmonisation and trialling of disability screening tools and associated teacher training tools”. 

Penelitian ini dilaksanakan melalui kolaborasi internasional bersama Dr. Alex Robinson dan Ms. Fleur Smith dari Nossal Institute of Public Health, University of Melbourne. Fokus utama dari riset ini adalah mengevaluasi pemahaman terhadap perangkat skrining serta kelayakan penerapannya oleh para pekerja garis depan. Kelompok sasaran tersebut meliputi guru, petugas Unit Layanan Disabilitas (ULD), serta tenaga kesehatan primer di Posyandu dan Puskesmas.

Perolehan hibah dari UNICEF ini menjadi bukti nyata dari komitmen Fakultas Psikologi UGM dalam mendorong pengembangan pendidikan dan layanan yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Pendanaan riset internasional ini juga memperkuat upaya penerapan pendekatan berbasis bukti (evidence-based practice) dalam pengembangan kebijakan dan intervensi. Melalui kolaborasi internasional, penelitian ini diharapkan untuk mempererat kapasitas para tenaga pendidik dan tenaga kesehatan di Indonesia dalam mendukung anak-anak dengan kebutuhan khusus secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Fakultas Psikologi UGM memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Elga Andriana, S.Psi., M.Ed., Ph.D, Aisha Sekar Lazuardini Rachmanie, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Denia Farahdian, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Dr. Alex Robinson, dan Ms. Fleur Smith atas pencapaian ini. Keberhasilan ini menunjukkan dedikasi Fakultas Psikologi UGM dalam berkontribusi pada isu-isu di tingkat nasional maupun internasional. Hasil penelitian ini diharapkan membawa dampak positif dalam penyusunan kebijakan serta praktik pendidikan inklusif, baik di lingkungan fakultas maupun pada skala nasional.

Penulis: Naafia Halia
Reviewer: I Marannu Andi Khalisha, S.Psi

Webinar Temani dari Jauh, Dukung Sepenuh Hati: Sesi Berbagi

ArtikelArtikelArtikel Liputan Kegiatan Wednesday, 31 December 2025

Pada Selasa, 25 Oktober 2025, CLSD sukses menyelenggarakan webinar bertajuk “Temani dari Jauh, Dukung Sepenuh Hati: Sesi Berbagi”. Acara berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga 16.30 WIB. Adapun acara ini diikuti oleh 111 peserta yang merupakan orang tua mahasiswa.

Webinar ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman orang tua dalam menjaga keharmonisan hubungan secara psikologis dengan anak yang menempuh perkuliahan di perantauan. Acara ini dikemas dalam bentuk talk show inspiratif dan interaktif. Acara diawali dengan pemberian sambutan oleh Ibu Aisha Sekar Sekar Lazuardini Rachmanie, S.Psi., M.Psi., Psikolog sebagai Kepala CLSD sekaligus moderator acara. Kemudian, Bapak Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM turut serta menyampaikan sambutannya. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan talk show dengan kedua pembicara, yaitu Ibu Elga Andriana, S.Psi, M.Ed, Ph.D, dosen Fakultas Psikologi UGM, bersama Ibu Alissa Wahid sebagai psikolog keluarga.

Selama berlangsungnyatalk show, peserta berkesempatan untuk menelisik lebih jauh pengalaman kedua pembicara dalam membangun hubungan yang sehat secara psikologis dengan anak yang berada di perantauan. Ibu Elga menegaskan bahwa mengatur jarak komunikasi dan jarak emosional penting dilakukan oleh orang tua sehingga kemampuan anak dalam menghadapi masa pendewasaan selama merantau dapat lebih terasah. Adapun membangun jarak yang sehat dengan anak tentu tidak lepas dari tantangan yang muncul. Dalam hal ini, Ibu Alissa turut menceritakan tantangan yang dialaminya dalam menghadapi peralihan kehidupan anak ke masa perantauan. “Tantangan bagi banyak orang tua adalah harapannya anak mau cerita, harapannya kita selalu tahu apa yang terjadi pada anak, kemungkinan tidak akan mudah, tidak akan terpenuhi seperti gambaran kita,” ujar Ibu Alissa Wahid. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya penyesuaian komunikasi dengan karakter anak dalam menghadapi tantangan tersebut.

Pengalaman yang dibagikan oleh kedua pembicara sontak menggugah rasa penasaran peserta saat sesi tanya jawab. Sebagian besar pertanyaan yang diajukan didasarkan pada pengalaman pribadi peserta dalam menghadapi proses transisi hubungan antara orang tua dan anak selama masa perkuliahan di perantauan. Melalui sesi tanya jawab, pemahaman dalam membangun hubungan yang sehat dengan anak di perantauan terbentuk dengan lebih mendalam. 

Webinar “Temani dari Jauh, Dukung Sepenuh Hati: Sesi Berbagi” merupakan wadah untuk berbagi informasi dalam meningkatkan kesadaran dan memupuk pemahaman orang tua terkait proses adaptasi dan transisi relasi antara orang tua dan anak yang menempuh perkuliahan di perantauan. Melalui webinar ini, harapannya peserta dapat memahami dan menerapkan ilmu yang diberikan dalam membangun hubungan yang sehat dan bermakna dengan anak ke depannya.

Penulis: Daveisha Pavita Kirana
Reviewer: Irrine Puspa Pertiwi, S.Psi

CLSD Onboarding in Wonderland: Memulai Perjalanan Internship dengan Semangat dan Kreativitas

ArtikelArtikelArtikel Liputan Kegiatan Wednesday, 31 December 2025

Pada Jumat, 12 September 2025, Center for Life-Span Development (CLSD) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada kembali mengadakan onboarding interns dengan tema “CLSD Onboarding in Wonderland” yang dilaksanakan di ruang K-203 Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada. Acara ini dihadiri oleh 45 peserta, terdiri dari para interns,  koordinator divisi, koordinator unit, peneliti, serta asisten CLSD. “CLSD Onboarding in Wonderland” dilaksanakan sebagai langkah awal para interns CLSD untuk mengenal lebih dalam visi, misi, serta dinamika kerja di CLSD.

Rangkaian acara dibuka oleh I Marannu Andi Khalisha, S.Psi selaku asisten CLSD sebagai master of ceremony. Selanjutnya, sesi pengenalan CLSD disampaikan oleh Ibu Aisha Sekar Lazuardini Rachmanie, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Koordinator CLSD, yang memberikan gambaran umum mengenai struktur keanggotaan, hak dan kewajiban interns, serta pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi melalui program-program di CLSD. Pada sesi ini, para koordinator divisi juga memberikan penjelasan mengenai penugasan di divisi piket serta pengenalan interns yang tergabung di tiap divisi. 

Memasuki materi inti, Rahmita Laily Muhtadini, S.Psi., selaku koordinator Divisi E: Pengembangan Intern memaparkan materi “Day to Day as Intern” yang membahas aktivitas harian para interns selama terlibat di berbagai program dan aktivitas di CLSD. Pemaparan ini kemudian dilengkapi dengan pengenalan sejumlah program CLSD yang sedang berjalan, dengan tujuan memberikan gambaran kepada para intern mengenai berbagai program yang dapat mereka ikuti ke depannya. Pengenalan program disampaikan oleh Debrinna Tryanan Asmaradhani, S.Psi., M.A. serta Siti Afifa Choirunissah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku asisten CLSD. Rangkaian materi ditutup oleh Ibu Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., MPsych., Ph.D., Psikolog, selaku peneliti CLSD, yang menyampaikan materi mengenai value dan work ethics serta menekankan pentingnya menjunjung dan menerapkan CLSD values, meliputi nilai saling menghormati, profesionalisme, keadilan dan kesetaraan, kepedulian, sikap terbuka untuk berkompromi, komunikasi yang efektif, inisiatif, serta berpikir secara terbuka.

Acara ini juga menghadirkan sesi ice breaking sebagai sarana untuk mempererat kebersamaan antarpeserta. Kebersamaan tersebut juga diperkuat melalui sharing session dari masing-masing divisi untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai fungsi dan aktivitas tiap divisi di CLSD. Selanjutnya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi awarding Kompetisi Buku Cerita Anak CLSD 2025, yaitu ajang yang diselenggarakan oleh CLSD untuk mendorong lahirnya karya cerita anak yang kreatif, imajinatif, dan bermakna, sekaligus dapat menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap literasi pada anak-anak Indonesia sejak usia dini. Dalam kompetisi ini, dipilih enam karya terbaik sebagai pemenang, yakni Debrinna Tryanan Asmaradhani, Regia Zahra Humaira, Khalishah Aulia Izzati, Rahmita Laily Muhtadini, Anindya Reva Tabina, Irrine Puspa Pertiwi. Acara ditutup dengan awarding untuk dresscode terbaik yang dikenakan peserta “CLSD Onboarding in Wonderland”.

Acara ini berjalan sukses dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Kegiatan onboarding ini diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi para interns untuk berkontribusi secara optimal dan berproses secara profesional selama menjalani program internship di CLSD. Melalui rangkaian kegiatan yang interaktif dan inspiratif, para interns tidak hanya mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang visi, misi, serta nilai-nilai CLSD, tetapi juga membangun ikatan kebersamaan yang kuat antaranggota.

Penulis: Hisha Latifah Daniswara
Reviewer: Naafia Halia & I Marannu Andi Khalisha, S.Psi

123…6

Recent Posts

  • Rahasia Bahagia Lansia: Senior School Ungkap Caranya!
  • Semarak The Reading Buddies: On the Go, Tanam Minat Literasi sejak Usia Dini
  • Peduli Isu Disabilitas, International Dental Summer Course 2025 Soroti Layanan Kesehatan Inklusif
  • Festival Hari Anak 2025: Bertumbuh, Belajar, dan Sehat Mental bagi Anak di Era Digital
  • Webinar Hari Anak 2025: Sehat Mental di Era Digital
Universitas Gadjah Mada

Center for Life-Span Development (CLSD)
D-602, Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada
Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur, Yogyakarta, Indonesia 55281
clsd.psikologi@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY