International Dental Summer Course (IDSC) 2025 merupakan program yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi UGM bekerja sama dengan Fakultas Teknik dan Fakultas Psikologi UGM sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab tantangan layanan kesehatan gigi masa kini. Mengusung tema besar “Transforming Oral Health Care: Implementing Digital Dentistry for Special Needs Communities”, IDSC 2025 mengangkat topik pembahasan mengenai berbagai aspek kedokteran gigi digital, khususnya penerapannya bagi individu dengan disabilitas fisik, perkembangan, dan intelektual. Program ini juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap aspek psikologis dalam pelayanan pasien serta pemanfaatan teknologi mutakhir untuk meningkatkan kualitas dan hasil klinis.
Summer Course

Registration poster for the International Course on Public Mental Health 2025
In collaboration of the Center for Public Mental Health (CPMH) and the Center for Life-Span Development (CLSD) of the Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada, an International Course on Public Mental Health is organised this year. This means that this is the third time CLSD has organised an international course, with the first being held in 2021. In these international courses, excellent lecturers worldwide are invited to bring a lecture, with this year inviting professionals from Universiti Malaya, UNICEF Indonesia, University of Queensland, University of Melbourne, Marmara Üniversitesi, and many more. Taking place online from Monday to Friday, October 27th–31st 2025, the International Course for Public Mental Health 2025 holds the theme, “Bridging Generations: Thriving Youth, Supportive Families, Collaborative Schools”.
For a period of two months, the Center for Life-Span Development (CLSD) collaborated with the Center for Indigenous and Cultural Psychology (CICP) to organize a summer course event titled International Summer Course on Cultural Dynamics and Life-Span Development: Research Approaches and Practical Interventions. Collaborating with a panel of experts from Indonesia and around the world, this summer course focuses on helping students gain an understanding of the role culture plays in life-span development as well as offering valuable insights into current research methodologies and approaches relevant to cultural and lifespan development.
In 2024, the Center for Life-Span Development (CLSD) collaborated with the Center for Indigenous and Cultural Psychology (CICP) of the Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada, to organize a summer course event titled “International Summer Course on Cultural Dynamics and Life-Span Development: Research Approaches and Practical Interventions”.
International Online Summer Course on DIsability and Lifespan Development: Indonesia and Global Perspectives
Liputan Kegiatan Summer Course Module 5: Disability-inclusive Lifespan Methodological Research
Berkolaborasi dengan ahli studi disabilitas Indonesia dan internasional, summer course bertema International Online Summer Course on Disability and Lifespan Development: Indonesia and Global Perspectives bertujuan untuk memfasilitasi pembelajaran kritis dalam menganalisis dan memahami hambatan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas, serta mendorong pertukaran ilmu pengetahuan, diskusi, sekaligus membangun koneksi antara ilmuwan muda dan ahli-ahli berpengalaman di ranah penelitian disabilitas yang diharapkan mampu menginspirasi penelitian baru dan implementasinya di dunia nyata. Kursus musim panas ini merupakan summer course pertama yang diselenggarakan oleh Center for Life-Span Development (CLSD), Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada.
Liputan Kegiatan Summer Course Module 4: Collaborative Disability and Lifespan Development Research in Multicultural Setting
Liputan Kegiatan Summer Course Module 3: Disability Across Lifespan Development

Center for Life-Span Development (CLSD) berkolaborasi bersama ahli studi Indonesia dan internasional menyelenggarakan summer course bertema International Online Summer Course on Disability and Lifespan Development: Indonesia and Global Perspectives. Summer course yang merupakan buah kerja sama antara CLSD, Fakultas Psikologi, dan OIA (Office of International Affairs) UGM ini turut mengundang 16 pembicara internasional yang berasal dari Malaysia, Inggris, Australia, Selandia Baru, Belanda, dan Amerika Serikat, serta diikuti oleh kurang lebih 45 mahasiswa dan profesional tingkat internasional yang berasal dari berbagai penjuru dunia, seperti Afrika Barat, Australia, Pakistan, Nepal, Tanzania, Filipina, Ghana, Bangladesh, Malaysia, Iran, Romania, Nigeria, Afrika Selatan, serta Amerika Serikat.
Liputan Kegiatan Summer Course Module 2: People with Disability at the Intersection

Berkolaborasi dengan ahli studi disabilitas Indonesia dan internasional, summer course bertema International Online Summer Course on Disability and Lifespan Development: Indonesia and Global Perspectives bertujuan untuk memfasilitasi pembelajaran kritis dalam menganalisis dan memahami hambatan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas, serta mendorong pertukaran ilmu pengetahuan, diskusi, sekaligus membangun koneksi antara ilmuwan muda dan ahli-ahli berpengalaman di ranah penelitian disabilitas yang diharapkan mampu menginspirasi penelitian baru dan implementasinya di dunia nyata. Kursus musim panas ini merupakan summer course pertama yang diselenggarakan oleh Center for Life-Span Development (CLSD), Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada.
Liputan Kegiatan Summer Course Module 1: Disability and Intersectionality

Pada pertengahan tahun 2021, Center for Life-Span Development (CLSD) untuk pertama kalinya menyelenggarakan kegiatan kursus musim panas atau summer course bertajuk International Online Summer Course on Disability and Lifespan Development: Indonesia and Global Perspectives. Berkolaborasi dengan ahli studi disabilitas Indonesia dan dunia, summer course ini berperan sebagai media untuk memfasilitasi pembelajaran kritis dalam menganalisis dan memahami hambatan-hambatan yang saling berkaitan satu sama lain yang dihadapi oleh penyandang disabilitas, serta mendorong pertukaran ilmu pengetahuan, diskusi, sekaligus membangun koneksi antara ilmuwan muda dan ahli-ahli berpengalaman di ranah penelitian disabilitas yang diharapkan dapat menginspirasi penelitian-penelitian baru dan implementasinya di dunia nyata.