Menilik Tantangan dan Solusi dalam Tahap Perkembangan Keluarga
Penulis: Dewi Amalia Rahmawati
Penyunting : S. B. Suryo Buwono
ArtikelArtikelArtikel Ilmiah Populer Friday, 6 January 2023
Menilik Tantangan dan Solusi dalam Tahap Perkembangan Keluarga
Penulis: Dewi Amalia Rahmawati
Penyunting : S. B. Suryo Buwono read more
ArtikelArtikelArtikel Ilmiah Populer Tuesday, 13 December 2022
Penulis: Nurva Dillatul Vatin
Penyunting: Resti Fahmi Dahlia
Berbicara tentang loneliness, berarti kita berbicara tentang seseorang yang mengalami kesepian. Penulis mendefinisikan lonelines dengan merujuk pada pernyataan Subathevan et al. (2022) loneliness is defined as an unpleasant experience due to lack of social interactions. Hal ini menjelaskan loneliness sebagai pengalaman yang tidak menyenangkan karena kurangnya interaksi sosial yang menandakan individu tersebut mengalami kesepian. Orang yang mengalami loneliness akan merasakan ketidaknyamanan kognitif atau kegelisahan karena menganggap diri sendirian. read more
ArtikelArtikelArtikel Ilmiah Populer Monday, 12 December 2022
Penulis : Raden Roro Anisa Anggi Dinda
Penyunting: Resti Fahmi Dahlia
Parenting menjadi kata yang lekat dan tidak bisa lepas ketika seorang individu menjalani peran sebagai orang tua. Menurut American Psychological Association, terminologi “parenting” merupakan suatu pola pengasuhan anak oleh orang dewasa. Pola pengasuhan ini tidak terbatas dengan hubungan biologis saja, namun juga memiliki tiga tujuan utama yaitu memastikan anak- anak selalu dalam keadaan sehat dan aman, mempersiapkan anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang produktif, serta mentransfer nilai-nilai kebudayaan. read more
ArtikelArtikelArtikel Ilmiah Populer Wednesday, 28 September 2022
Penulis: Erythrina Sekar Rani
Penyunting: Arum Febriani
Masa remaja merupakan salah satu tahapan perkembangan yang sangat penting. Menurut Erikson, pada masa remaja seseorang menghadapi krisis mencari identitas diri sehingga di akhir masa ini seseorang diharapkan dapat menemukan identitas dirinya (Feist & Feist, 2010). Di sisi lain, pada masa remaja, seseorang cenderung memiliki egosentrisme yang tinggi. Karakteristik egosentrisme inilah yang membuat remaja merasa tertantang untuk melakukan perilaku yang secara tidak sadar dapat membahayakan diri mereka sendiri (Albert, Elkind, & Ginsberg, 2007). Perilaku membahayakan diri dan orang lain yang banyak dilakukan oleh remaja antara lain aksi tawuran, bullying, minum-minuman beralkohol, menggunakan obat-obatan terlarang, atau seks bebas. read more
ArtikelArtikelArtikel Ilmiah Populer Monday, 5 September 2022
Penulis: S. B. Suryo Buwono
Penyunting: Arum Febriani
Internet adalah bagian penting dan tak terelakkan dari kehidupan manusia zaman sekarang. Implikasi dari maraknya penggunaan internet dan berbagai platform komunikasi yang dimediasi komputer, seperti sosial media dan aplikasi pesan instan, adalah munculnya online disinhibition effect. Online disinhibition effect adalah perubahan tingkah laku komunikan yang menjadi lebih terbuka, longgar, dan merasa tanpa kekangan (Suler, 2004). Efek ini muncul secara natural dalam ruang maya karena sifat interaksi di platform ini mendorong penggunanya mengembangkan persepsi anonimitas, asinkronitas, dan minim tanggung jawab langsung atas perilaku. read more
ArtikelArtikelArtikel Ilmiah Populer Friday, 15 July 2022
Penulis: Reswara Dyah Prastuty, Reviewer: Diah Dinar Utami
Perkembangan manusia pada 1000 hari pertama kehidupan, yakni sejak masih berada dalam kandungan hingga berusia dua tahun, memiliki peranan penting dalam membentuk pondasi perkembangan manusia sepanjang rentang kehidupan. Pada masa ini, volume otak anak berkembang sangat pesat hingga mencapai 75% dari volume otak orang dewasa (Santrock dkk., 2020). Beriringan dengan itu, berbagai aspek psikologis manusia, seperti sensorik motorik, kognitif, dan sosio emosional, juga turut berkembang. Aspek-aspek yang berkembang pada periode emas ini memiliki pengaruh yang signifikan dalam menentukan potensi perkembangan dan pembelajaran anak di masa mendatang (UNICEF, 2017). read more
ArtikelArtikelArtikel Ilmiah Populer Friday, 3 June 2022
Penulis: Resti Fahmi Dahlia, Reviewer: Diah Dinar Utami
Apakah kita sebagai orang dewasa sering takjub atau kagum ketika melihat tingkah anak kecil dapat menirukan perilaku yang mungkin kita lupa pernah melakukannya di depan anak atau anak melakukan perilaku yang mereka lihat melalui video di gadget-nya. Reproduksi perilaku yang dilakukan oleh anak setelah anak mengamati dalam istilah psikologi disebut Deferred Imitation. Penelitian yang telah dilakukan ahli dengan cara mengukur reproduksi dari perilaku yang sudah teramati setelah beberapa waktu berlalu yang dimungkinkan sudah tersimpan dapat diingat kembali berkaitan dengan fungsi memori yang ada pada anak (Heiman, dkk, 2017). Andrew N Meltzoff seorang psikolog dari Amerika pada tahun 1988 dalam penelitiannya menyampaikan bahwa proses meniru atau imitasi perilaku yang dilihat oleh anak dianggap penting dalam perkembangan kognitif anak-anak. Piaget sebagai ahli psikologi perkembangan, Piaget (1999) mengatakan proses reproduksi perilaku yang sudah teramati merupakan salah satu titik penting dari periode sensorimotor sehingga kemampuan ini penting untuk perkembangan anak pada tahap selanjutnya. Jauh sebelum Meltzoff dan Piaget, Albert Bandura telah melakukan penelitian mengenai proses meniru pada anak, sekitar tahun 1963 beliau melakukan eksperimen terhadap anak mengenai perilaku agresi yang dilihat anak menggunakan media dan tanpa media (langsung). Studi sebelumnya yang dilakukan Bandura & Huston (1961) dirancang untuk menjelaskan fenomena identifikasi dalam hal pembelajaran insidental, menunjukkan bahwa anak-anak siap meniru perilaku yang ditunjukkan oleh model orang dewasa di hadapan model. read more