Seminar dan Lokakarya “Pencegahan dan Penanganan Tindak Kekerasan pada Anak Usia Dini di Satuan PAUD” diselenggarakan oleh Direktorat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Kemendikbud pada tanggal 19-21 Desember 2021 di Bali. Hanifah Nurul Fatimah, S.Psi., M. Sc., yang merupakan peneliti Center for Life-Span Development (CLSD), menghadiri seminar dan lokakarya tersebut sebagai perwakilan dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Pada kegiatan ini, perwakilan dari berbagai lembaga, lembaga swadaya masyarakat, NGO, praktisi dan akademisi dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul dalam rangka menyimak pemaparan laporan Direktorat Jenderal PAUD dan berdiskusi melalui focus group discussion dengan tujuan menghasilkan rumusan rekomendasi kebijakan yang dapat diberikan untuk mencegah dan menangani kekerasan pada anak usia dini di satuan PAUD.
2021
Diseminasi Hasil Penelitian Bidang PAUD dan Parenting SEAMEO CECCEP

Pada hari Kamis, 2 Desember 2021 hingga Jum’at, 3 Desember 2021, Elga Andriana, S.Psi, M.Ed, Ph.D., Hanifah Nurul Fatimah, S.Psi., M.Sc., dan Ammik Kisriyani, S.Psi., M.A., sebagai peneliti dari Center for Life-Span Development (CLSD) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada menghadiri acara Diseminasi Hasil Penelitian Bidang PAUD dan Parenting secara daring dan luring di Atlantic City Hotel yang bertempat di Pasir Kaliki, Kota Bandung, Jawa Barat. Diseminasi ini diselenggarakan oleh Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP) sebagai follow-up dari program dana hibah penelitian (Research Grant) bagi dosen, peneliti, akademisi, atau praktisi dalam rangka meningkatkan produktivitas penelitian yang berorientasi pada publikasi ilmiah nasional dan internasional. Acara diisi oleh presentasi dari para penerima program Research Grant tahun 2021.
Workshop Penulisan Publikasi: Kiat Menembus Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi

Pada Jumat, 26 November 2021 pukul 13.00 – 16.00 WIB, Center for Life-Span Development (CLSD) mengadakan kegiatan Workshop Penulisan Publikasi: Kiat Menembus Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi dengan narasumber Dr. Vina Adriany (Center for Gender and Childhood Studies, Universitas Pendidikan Indonesia) yang dilakukan secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini terbuka baik untuk civitas akademik Fakultas Psikologi UGM maupun umum.
School Transitions Experiences: Supporting Children Moving from Online to Offline Learning

Pada Jumat, 12 November 2021 pukul 15.00 – 17.00 WIB, Center for Life-Span Development (CLSD) mengadakan webinar berjudul School transitions experiences: Supporting children moving from online to offline learning dengan narasumber Professor Iva Strnadová (University of New South Wales, Australia) yang dilakukan secara daring melalui Zoom. Webinar ini diselenggarakan dalam rangka menghadapi dibukanya kembali sekolah-sekolah untuk belajar pada masa pandemi COVID-19 yang telah menimbulkan stres, ketakutan, serta kekhawatiran bagi banyak keluarga dan anak-anak.
Kursus Intensif Metode Penelitian Naratif

Center for Life-Span Development (CLSD) dan Program Studi Doktor Ilmu Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Kursus Intensif Metode Penelitian Naratif yang diadakan selama empat hari yaitu Selasa, 16 November 2021 hingga Jumat, 19 November 2021. Kursus yang diikuti oleh sejumlah mahasiswa Prodi Doktor Ilmu Psikologi (S3) Fakultas Psikologi UGM dan juga terbuka untuk umum dengan kuota terbatas ini dibawakan oleh empat narasumber yang merupakan ahli di bidangnya. Keempat narasumber masing-masing membawakan dua materi dalam satu hari secara berkelanjutan. Berikut adalah daftar narasumber dengan topik-topik yang disampaikan:
Mendukung Hubungan Sehat Pada Dewasa Muda dengan Disabilitas, Bagaimana Caranya?
oleh: Munadira
editor: Resti Fahmi Dahlia

Photo by Ivan Samkov from Pexels
Cinta adalah perasaan natural yang dirasakan oleh tiap individu. Usia dewasa muda kerap dikaitkan dengan usia dimana hubungan romantis menjadi suatu kebutuhan. Hubungan percintaan memungkinkan kita untuk tetap terhubung satu sama lain dan juga melindungi kita dari perasaan kesepian (Ignagni, dkk., 2016). Serupa dengan individu pada umumnya, kebutuhan terkait mencintai dan dicintai juga dirasakan oleh individu dengan disabilitas. Kebutuhan mereka akan cinta dan koneksi sering kali dipertanyakan atau bahkan dipandang salah oleh mereka yang tidak memiliki disabilitas. Mereka seringkali mengalami stereotip budaya dan prasangka yang menyakitkan dan merusak kepercayaan diri. Mereka yang hidup dengan disabilitas juga terkadang diharapkan untuk menjalin hubungan “dengan jenisnya sendiri”. Menurut penelitian yang dilakukan Friedman (2019), partisipan penelitiannya yang merupakan individu dengan disabilitas mengalami kesulitan untuk menjalin hubungan jangka panjang dengan lawan jenis, terutama hubungan yang bersifat jangka panjang. Selain itu, mereka juga mendapatkan stigma bahwa mereka seharusnya menjalin hubungan dengan sesama individu dengan disabilitas.
Memandu Anak ASD untuk Disiplin dalam Menggunakan Gadget dan Internet
oleh: Nindya Alifia Tittani
editor: Resti Fahmi Dahlia

Photo by RODNAE Productions from Pexels
Optimalisasi Pengasuhan ABK di Masa Pandemi
oleh: Resti Fahmi Dahlia
editor: Diah Dinar Utami

Photo by Cliff Booth from Pexels
Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sedang dihadapi oleh masyarakat di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Di Indonesia sendiri, dampak pandemi COVID-19 mempengaruhi berbagai macam sektor seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Selain itu, pandemi juga dirasakan oleh anak-anak, orang dewasa, pelajar, orang tua siswa, dan guru. Kondisi psikologis seperti kecemasan, stres, dan depresi juga dirasakan oleh para siswa hingga mahasiswa di Indonesia, baik individu tanpa disabilitas maupun individu dengan disabilitas. Kondisi pandemi ini membuat pemerintah mengeluarkan keputusan melalui surat edaran nomor 4 tahun 2020 mengenai pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh dengan mengutamakan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat serta mempertimbangkan tumbuh kembang siswa dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi COVID-192.
Pendidikan Anak Usia Dini dan Tahap Perkembangan Anak
oleh: Yunita Ch. Yoseph
editor: Resti Fahmi Dahlia

Dalam satu dekade, kemunculan lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini semakin merebak di Indonesia. Lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai lembaga pendidikan formal hadir bersama lembaga non formal lainnya yang juga berfokus pada perkembangan anak usia dini seperti kelompok bermain dan tempat penitipan anak. Meningkatnya jumlah sekolah dan peserta didik pada lembaga PAUD belum tentu dibarengi dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan anak usia dini pada masyarakat Indonesia. Partisipasi dan persepsi orang tua terhadap lembaga PAUD masih rendah (1) Banyak orang tua yang mendaftarkan anak mereka pada sekolah PAUD karena membutuhkan tempat untuk menitipkan anak tanpa mengevaluasi perkembangan anak mereka Selain rendahnya partisipasi orang tua, masalah pun muncul dari pihak lembaga-lembaga PAUD di Indonesia.
Mendidik dengan Santun
oleh: Nur Arifah
editor: Resti Fahmi Dahlia

Photo by August de Richelieu from Pexels